Ketika Ranjang Tak Lagi Sehangat Dulu

Relasi suami istri dalam hubungan pernikahan bisa jadi tidak lagi mengairahkan seperti saat masih pengantin baru. Adakalanya hubungan suami istri menjadi dingin, apalagi jika perkawinan sudah lebih dari sepuluh tahun. Perlahan lahan suami istri mulai kehilangan gairahnya. Hubungan seksual makin jarang dilakukan. Apa yang menyebabkan pasangan suami istri kehilangan gairahnya ?

1. Faktor Fisik

Kehilangan gairah seks yang disebabkan faktor fisik misalnya:

Stamina menurun

Meskipun kondisi fisik seseorang menurun karena bertambahnya usia, tapi tidak selalu gairah seks menurun. Gairah seks tetap prima jikalau stamina tubuh seseorang bugar. Apalagi jikalau tubuh tidak bugar ditambah lagi menderita penyakit tertentu. Hal tersebut bisa berakibat pada turunnya fungsi organ tubuh. Bagi laki-laki bisa mempengaruhi fungsi kelenjar endokrinnya sebagai penghasil hormon testosteron. Hormon tsb erat kaitannya dengan gairah untuk melakukan hubungan seksual.  Oleh karenanya demi mempertahankan gairah seks, baik suami dan istri perlu menjaga kebugaran tubuhnya agar kehidupan seksual tetap harmonis.

Kesehatan

Penyakit seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, jantung, stroke bisa menyebabkan disfungsi seksual. Masalah disfungsi seksual pada laki laki berkenaan dengan fungi libido, ereksi dan ejakulasinya. Sedangkan disfungsi seksual pada perempuan berkenan dengan turunnya libido, sakit saat berhubungan intim, sulit orgasme bahkan frigid. Oleh sebab itu konsultasi ke dokter sangatlah diperlukan untuk mendapatkan pengobatan yang tepat, apalai jika suami istri sudah memasuki masa menopause atau andropause dini.

2. Faktor Psikologis

Faktor psikologis seperti masalah emosi seperti pengalaman traumatis,stress, jenuh, kekerasan dalam rumah tangga, adanya wil maupun pil dalam kehidupan pernikahan juga bisa membuat gairah melakukan hubungan seks menurun. Agar gairah muncul kembali maka suami istri perlu berkonsultasi dengan konselor, psikolog maupun psikiater agar mendapatkan terapi yang tepat.

Selain kedua hal tersebut di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga gairah seks tetap hidup dan menyala, yaitu:

  1. Suasana Kamar yang romantis dan nyaman. Kamar ditata lebih rapi, bersih dan nyaman.Beri sentuhan sensual seperti bunga segar, lilin aroma terapi. Cahaya yang redup bisa memberi efek sensual. Ventilasi udara tetap mengalir dengan baik. Privasi kamar diperlukan karenanya perlu pengaturan kamar jika anak anak masih balita.
  2. Busana yang seksi. Istri:Jangan hanya mengenakan daster yang sudah lusuh. Milikilah lingerie atau pakaian tidur yang seksi. Suami: perlu juga menyiapkan pakaian tidur yang bersih dan wangi
  3. Musik instrumental yang meningkatkan konsentrasi. Jangan asal pilih musik pengiring karena bisa menurunkan gairah. Pilihlah musik yang tenang sehingga suasana relax. Misalnya jazz, klasik, musik romantik.
  4. Makanan yang dapat membangkitkan gairah seksual. Misalnya pisang, madu,coklat,jahe, seafood, selada.
  5. Rayuan dan pujian buat pasangan dapat dilakukan tidak hanya saat melakukan hubungan seks saja, melainkan sudah dilakukan via chating saat sebelum pertemuan di ranjang. Rayuan dan pujian dapat memupuk rasa cinta sehingga gairah terus menyala.
  6. Kebersihan tubuh. Tubuh yang bersih dan wangi membuat gairah seks meningkat. Sebaiknya mandilah lebih dulu sebelum melakukan hubungan seks.
  7. Variasi gaya bercinta dan tempat agar tidak jenuh. Jangan malas mencoba hal hal baru bersama pasangan, baik gaya maupun tempat bercinta.

Seks dalam kehidupan perkawinan perlu kita perjuangkan karena hubungan seksual adalah keindahan cinta yang dikaruniakan Tuhan.

Selamat menikmati seks yang menggairahkan !

Tinggalkan Balasan