Dalam menciptakan keluarga yang penuh dengan kehangaan dan efektif, kita perlu belajar untuk menjadi sabar dan tidak membiarkan hal-hal kecil mengacaukan kehidupan rumah tangga.
Orang yang belajar untuk tidak memusingkan hal-hal kecil yang terjadi dalam kehidupan keluarga akan memiliki ambang toleransi yang sangat besar dalam hidunya. Energi yang biasanya dihabiskan untuk meributkan hal-hal kecil dapat digantikan dengan kreativitas untuk menciptakan pengalaman yang penuh kegembiraan.
Keinginan untuk tidak memusingkan hal-hal yang kecil dalam hidup berkeluarga, hendaknya menjadi prioritas dalam kehidupan ini. Dengan demikian kita akan lebih menghargai keluarga kita sebagai anugerah kehidupan. Kita akan mulai menciptakan keluarga yang penuh kasih dan romantic.
Dalam mengupayakan hubungan yang romantis dan harmonis, perlu mengadakan waktu. Dalam hubungan suami istri, milikilah waktu kencan seminggu satu kali khusus untuk pasangan kita, dimana jam kencan itu diisi dengan segala bentuk perhatian khusus bagi pasangan kita. Begitu pula dengan anak-anak berilah waktu khusus untuk bermain atau berdiskusi untuk anak-anak kita, dimana seluruh perhatian kita benar-benar dikhususkan buat anak-anak kita.
Sesekali berilah kejutan-kejutan kecil buat anggota keluarga kita. Misalnya berilah hadiah kecil yang tak mahal yang sudah lama diinginkan pasangan kita atau anak kita. Setiap orang menyukai hadiah apalagi di hari-hari yang khusus, jangan sampai dilupakan. Dengan tidak melupakan membuat pasangan atau anggota keluarga merasa dihargai dan dicintai. Atau kirimkanlah surat cinta bagi pasangan.
Saling bertukar membelikan buku, terutama buku tentang pengembangan diri. Kemudian bersama pasangan membahas bersama apa yang telah dibaca. Dengan demikian wawasan pengembangan untuk masing-masing menjadi lebih luas.
Milikilah waktu teduh dengan kegiatan rohani bersama-sama dan saling berbagi pengalaman atau pengertian akan perenungan rohani tersebut. Begitu juga dengan ibadah bersama-sama. Diskusikanlah berkat yang Anda dapatkan dalam ibadah tersebut.
Berkomunikasi dengan cara yang disukai pasangan kita. Dalam usaha mencapai kerharmonisan dalam berkomunikasi diperlukan keterampilan mendengarkan dan empati yang baik dalam pasangan tersebut. Keterampilan ini tidak dating dengan sendirinya melainkan diperlukan usaha dan upaya yang perlu dilakukan terus enerus agar kita lebih mudah memahami pasangan kita.
