Apa itu generasi digital ?
Menurut teori generasi kita diperkenalkan beberapa istilah generasi, yaitu generasi baby boomers 1946-1964), generasi X (1965 – 1980) generasi Y (1981-1994) generasi Z (1995-2010). Generasi Z yang lahir dari tahun 1995 sampai 2010 disebut sebagai generasi digital atau generasi internet.
Bagaimana ciri ciri generasi digital?
senang menggunakan teknologi komunikasi instant seperti email, whatsapps, line, twitter, facebook, path, instagram dan youtube.
menyukai game on line, banyak menggunakan gadget, apapun yang dilakukan kebanyakan berhubungan dengan dunia maya. Generasi ini mahir dengan teknologi informasi dan berbagai aplikasi komputernya.
dapat mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu. Contoh di saat yang bersamaan nge-tweet menggunakan ponsel, browsing dengan PC sambil mendengarkan musik menggunakan headset.
cenderung toleran dengan perbedaan kultur dan peduli dengan lingkungan.
cenderung kurang berkomunikasi verbal dan lebih suka komunikasi tak langsung.
cenderung cepat dalam segala sesuatunya, lebih tidak sabaran, senang yang instan dan kurang menghargai proses.
Apa yang generasi digital butuhkan ?
Generasi digital sangat membutuhkan teknologi digital, komputer, ponsel, smart phone, internet, wifi dan jejaring sosial untuk tetap eksis dan merasa diakui oleh komunitasnya. Paparan terhadap teknologi ini menyebabkan mereka merasa nyaman dengan keberadaan teknologi, bahkan sudah menjadi kebutuhan primer.
Generasi yang lahir setelah tahun 1990-an merupakan awal dari generasi digital, namun mereka yang lahir setelah tahun 2000 inilah generasi asli dari sebuah dunia yang disebut dunia digital. Sementara, kita dan orang tua kita adalah bagian dari generasi yang berbeda dengan generasi anak-anak kita. Kita adalah generasi digital immigrant. Generasi ini lebih akrab dengan koran, radio, televisi, komputer personal dan telepon genggam. Generasi digital immigrant mengenal peralatan digital pada saat sudah beranjak remaja atau dewasa sedangkan generasi digital native yaitu anak-anak remaja sekarang ini sudah mengenal media elektronik dan digital sejak lahir.
Pada umumnya perilaku anak-anak remaja digital native ini:
- Mereka membuktikan identitas keberadaan mereka dengan menggunakan akun media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Vlog, Youtube dan lain sebagainya. Sehingga membuat update status dianggap penting bahkan selfie juga video. Semua itu diperlukan untuk menunjukkan identitas dirinya.
- Mereka cenderung lebih terbuka, maunya instant dan tidak sabaran
- Mereka ingin bebas berekspresi sehingga mereka kurang senang diatur, dikontrol oleh orang lain. Internet dirasa memberi ruang buat bebas berekspresi.
- Mereka banyak menggunakan akses google, yahoo, e-book untuk mencari informasi dalam belajar. Karena itu kemampuan belajarnya jauh lebih cepat karena semua informasi dapat diterima hanya dengan menggunakan ujung jari mereka.
Apabila generasi sebelumnya mengandalkan orang tua, guru, dan buku yang diberikan untuk belajar, hal ini tidak lagi berlaku bagi generasi digital. Generasi ini tumbuh dan hidup dengan kemudahan akses informasi yang begitu luas. Informasi-informasi itu bisa jadi mereka dapatkan lebih cepat dari pada apa yang diajarkan oleh orang tua maupun gurunya. Orang tua dan guru seharusnya tidak lagi bersikap sebagai sumber informasi, melainkan menjadi fasilitator dan manajer informasi, mengarahkan anak-anak remaja untuk mendapatkan informasi yang sesuai dan aman. Ajari anak-anak karakter yang baik dan literasi informasi sebelum dikenalkan dengan teknologi. Jadi, mereka tahu bagaimana cara mengolahnya dan bersikap dengan baik dengan orang lain.
Apa yang perlu diperhatikan orangtua maupun guru di sekolah menghadapi anak-anak generasi digital?
- Mau belajar mengenai teknologi dan media sosial yang ada serta yang diikuti anak-anak sehingga kita benar benar mengetahuinya dan dapat mendampingi anak-anak.
- Miliki kesepakatan tertulis berkenaan dengan penggunaan waktu dalam memakai perangkat digital. Buat aturan bersama dengan anak termasuk konsekwensi jika melanggar aturan main.
- Aktif dalam berelasi dengan anak agar waktu anak di dunia digital berimbang dengan interaksi di dunia nyata.
- Menggunakan perangkat digital secara bijaksana, agar kita tetap menjalin interaksi dan komunikasi langsung dengan anak.
- Mengarahkan anak-anak ke program aplikasi yang positif dan sesuai umurnya. Berikan alasan alasan dari dampak program tersebut sehingga anak dapat memahaminya.
- Menelusuri aktivitas anak di dunia digital seperti website yang dikunjungi, maupun aplikasi yang dibukanya.
- Konsisten dalam menerapkan aturan yang sudah disepakati bersama anak. Beri apresiasi jika anak berhasil melakukan aturan sesuai kesepakatannya.
- Memanfaatkan tayangan di media sosial untuk membicarakan berbagai karakter orang, situasi ekonomi, beragamnya ras dan etnis.
- Mengajak anak mengeksplorasi bakat minat dan cara berpikir kritisnya
- Menanamkan etika berkomunikasi positif dalam media sosial.
Orangtua perlu memahami bahwa media digital adalah teknologi yang sedang berkembang saat ini yang mau tidak mau kita musti belajar mengetahuinya, mempelajarinya sehingga kita bisa melakukan pendampingan yang tepat bagi anak anak yang kita cintai.
Selamat menjadi orangtua yang memahami generasi digital !
@diambil dari berbagai sumber
Ani Widjaja – ARK Family Center
