Jika berbicara soal kewajiban dalam mendidik anak, hal itu tidak lepas dari peran orang tua sebagai sekolah pertama bagi anak. Sekolah yang dimaksud bukan dalam arti formal, namun lebih kepada penanaman nilai dan norma. Pengasuhan anak sejak dini akan berdampak pada pembentukan perilaku anak yang menjunjung nilai dan norma yang baik. Siapa yang bertanggung jawab dalam mendidik anak? Jawabannya adalah Ayah dan Bunda. Keduanya wajib bekerjasama untuk mendidik anak.
Beberapa sifat laki-laki dan perempuan yang berbeda, memang menghasilkan perbedaan dalam menjalin kedekatan kepada anak. Pola asuh ternyata berperan terhadap perkembangan karakter maupun perilaku anak. Pola asuh yang dilakukan oleh Ayah dan Bunda memang memiliki perbedaan, namun keduanya memiliki manfaat besar terhadap tumbuh kembang anak.
Peran Ayah yang musti dipahami dan dilakukan dalam mendidik anak adalah Ayah yang melakukan tiga fungsi sebagai berikut :
Guide : Ayah yang menuntun, menggerakkan, memberikan pedoman /panduan /peraturan /ajaran /bimbingan bagi anak
Guard : Ayah yang melindungi, menjaga, yang dapat memberikan rasa aman bagi anak
Govern : Ayah yang dapat menguasai, memerintah, menentukan keputusan yang membuat anak menjadi percaya diri
Nilai-nilai yang dapat diajarkan pada anak dalam fungsinya sebagai Ayah antara lain adalah nilai keadilan, ketegasan, wibawa, kehormatan, konsisten
Manfaat keterlibatan Ayah dalam mendidik anak :
1. Lebih Percaya Diri : anak menjadi berani lebih trampil dalam melompat, memanjat
2. IQ yang lebih tinggi : peran Ayah sejak anak usia 6 bulan – 1 tahun akan memiliki IQ yang lebih tinggi, kognitif lebih tinggi, Anak 3 tahun cenderung lebih memecahkan persoalan dengan lebih baik
3. Berani mengambil resiko , anak lebih mudah berbicara dengan orang asing
4. Pandai sosialisasi : dari hasil riset 192 bayi mengalami bonding dengan
Ayahnya 3 bulan pertama menjadi anak yang pandai bergaul, dan populer
5. Lebih disiplin : Ayah lebih tegas
6. Berani mencoba hal baru
7. Lebih toleran dan pengertian
8. Perempuan yang dekat Ayah lebih merasa nyaman, tidak depresi
9. Laki-laki yang dekat Ayah lebih kenal dunia laki-laki, sedikit agresif, tidak egois
10. Lebih aktif : terhindar dari gemuk karena banyak melakukan aktivitas
seperti naik sepeda, cuci mobil, main bola
11. Lebih kreatif contohnya mendaur ulang kardus bekas
Peran Bunda yang musti dipahami dan dilakukan dalam mendidik anak
adalah Bunda yang melakukan fungsi sebagai berikut :
Care : Bunda yang mempedulikan, memberi perhatian penuh,
memperhatikan kebutuhan dan keinginan anak
Nutrition : Bunda yang memenuhi kebutuhan dasar seorang anak, baik
untuk kesehatan jasmani, spiritual, emosional, dan sosialnya
Maintain : Bunda yang diharapkan berperan sebagai pemelihara,
menjaga kestabilan, pendampingan dan penguatan yang diperlukan
bagi anak
Nilai-nilai yang dapat diajarkan pada anak dalam fungsinya sebagai Bunda
antara lain nilai kesabaran, berbagi, belas kasih, toleransi, kepedulian
Manfaat keterlibatan Bunda dalam pengasuhan anak :
1. Lebih sensitif atau peka terhadap orang lain
2. Lebih mempedulikan kebutuhan dan keinginan anak
3. Lebih toleransi atas apa yang terjadi
4. Lebih memelihara fisik anak dengan membangun kesehatan melalui
pemenuhan kebutuhan pangan yang proporsional
5. Lebih memelihara kesehatan mental anak, melalui berbagai motivasi dan
bimbingan.
6. Menciptakan suasana yang aman dan nyaman di dalam internal keluarga.
Mengasuh anak mungkin masih jadi tanggung jawab paling besar bagi seorang
Bunda. Namun dalam pelaksanaannya tetap harus dibantu juga oleh sang
Ayah. Masih ada orangtua yang menyerahkan tugas pengasuhan anak pada
Bunda. Padahal, ada banyak manfaat jika Ayah dan Bunda
terlibat dalam pengasuhan.
Dalam masa perkembangannya ada masa-masa dimana peran Ayah juga lebih dibutuhkan dibanding peran Bunda.
0-5/6 tahun : masa yang disebut golden age, dimana peran Ayah dan
Bunda menjadi fondasi dasar dalam perkembangan anak untuk
mengembangkan basic trust, otonomi dan inisiatif
6-12/14 tahun : masa dimana anak laki-laki lebih banyak
membutuhkan peran Bunda sedangkan anak perempuan lebih banyak
membutuhkan peran Ayah. Masa ini membutuhkan pendampingan
yang konsisten
12/14 tahun – 21 tahun : masa dimana anak laki-laki lebih banyak
membutuhkan peran Ayah sesuai dengan identitas gendernya, dan
anak perempuan lebih banyak membutuhkan peran Bunda. Anak laki-laki
perlu kembali pada pendampingan fungsi Ayah dan anak perempuan ia perlu kembali pada pendampingan fungsi Bunda
“Selamat menjalankan peran Ayah dan Bunda”
